Ulah Oknum kepada Pengusaha Laundry

Pada kesempatan ini, saya akan bercerita mengenai trik yang dilakukan oleh oknum untuk melakukan ‘pemerasan’ atau penipuan terhadap pengusaha laundry skala kecil (kiloan). Telah kita ketahui laundry kiloan merupakan usaha kecil, laundry pakaian per kg saja rata-rata 2.500 – 5.000 (daerah Yogyakarta).

Para oknum ini biasanya punya segudang cara untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

Trik 1
Oknum mengambil laundry tanpa nota / bukti pengambilan. Alasannya nota / bukti hilang, pengambilan dilakukan oleh teman (komplotannya). Selang beberapa saat atau beberapa hari si oknum akan kembali dengan membawa nota / bukti yang asli. Nah…. disini ‘drama’ dimulai. Biasanya si oknum akan berlagak mencak-mencak, menangis, atau mau melapor ke pihak berwajib. Si oknum menuntut bajunya mahal-mahal lah… hadiah dari luar negeri lah, dan sebagainya. Yaelah…. kalo bajunya bagus dan mahal, kenapa di laundry kiloan.? Sono di laundry ke laundry bijian yang harganya beberapa kali lipat.

Pada trik ini, si oknum menuntut kepada pengusaha laundry untuk mengganti uang senilai bajunya. Biasanya si oknum akan memanggil teman-temannya untuk melakukan pembelaan.

Tips: Bagi pengusaha laundry pada posisi seperti ini jangan panik. Kalo kita merasa  tidak menghilangkan laundry. Tujuan membuka usaha laundry kiloan juga tentunya untuk jangka panjang bukan untuk menipu orang lain. Bukti penerimaan order sebaiknya dikasih peraturan, bahwa penggantian barang yang hilang maksimal berapa kali lipat dari biaya laundry dan seterusnya. Yaa… kalo mau diganti sesuai peraturan yang telah ditulis tersebut, maka masalah terpecahkan.
Jika oknum memanggil teman-temannya, pengusaha laundry sebaiknya juga memanggil pengurus RT/RW sebagai mediator.
Jika oknum ngotot hendak melaporkan kepada yang berwajib, silakan. Untuk ke meja hijau si oknum nantinya harus membayar biaya perkara juga sekitar Rp. 1.500.000 dan prosesnya puuaaanjang…. karena perkara perdata, ada waktu untuk menyelesaikan secara damai juga (win win solution) itu istilah kerennya.

Trik 2
Biasanya laundry jika sudah selesai ditumpuk pada sebuah rak, untuk memudahkan dalam pengambilan. Tiap-tiap kantong laundry yang sudah selesai akan ditempeli nota atau apalah untuk membedakan tiap konsumennya.
Oknum akan mengamati laundry kiloan mana yang bisa mengambil barang tanpa bukti. Setelah menetapkan target, si oknum akan melihat tumpukan laundry yang telah selesai. Untuk melancarkan aksinya si oknum berpura-pura memasukkan atau mengambil laundry sambil melirik tumpukan mana yang sekiranya bernilai rupiah besar. Bersama komplotannya, selang beberapa menit akan kembali untuk mengambil laundry milik orang lain yang yang telah menjadi target (bed cover, jas, blazer dll).
Karena bisa mengambil laundry tanpa bukti, maka aksi ini akan mulus untuk dilakukan.

Tips: Sebaiknya pengusaha laundry belajar dari pengalaman yang sudah-sudah. Jika hendak mengambil barang tanpa bukti sebaiknya disuruh nulis di buku dengan menyertakan kartu identitas. Ribet sih… tapi kalo mau aman yaaa seperti itu. Pelanggan juga hendaknya diberikan pengertian, kenapa bukti pengambilan barang sangat penting.

Jangan sampai usaha laundry kiloan kelas menengah ke bawah anda dirugikan oleh oknum-oknum seperti ini. Bisa juga bukan oknum, bisa juga bukti pengambilan memang hilang benar, seperti karcis parkir yang hilang, masak dengan karcis hilang gak bisa ambil motor.? Kan… tetep bisa ambil motor dengan menunjukkan STNK asli dan foto copy-nya. Sama halnya dengan laundry kiloan jika bukti pengambilan hilang, sertakan foto copy KTP atau bukti identitas dan catat no telp-nya jangan nomor BRA-nya.

Masih banyak sebenarnya trik trik lain dari para oknum…. silakan kalo mau berbagi cerita juga.

Sekian…. makasih telah membaca. Huehuehue…..

Public Transportation

Barusan ada yang beli perangko di tempat saya. Mereka pasangan orang asing yang berasal dari negara Netherlands. Mereka sudah sebulan travelling di Indonesia. Ngobrol ngalor ngidul…. Kesan pertamanya: Indonesia banyak penghuninya. Hihihi… aku nyengir. Terus dilanjut ngobrol… yang dikeluhkan para wisatawan asing yang datang ke Indonesia, yaitu Public Transportation. Mereka memang bertujuan wisata ke Indonesia, dan ingin mengunjungi serta merasakan banyak tempat.

Sayangnya… untuk menjangkau lokasi tersebut tidak ada transportasi yang mudah (adanya cuma taxi). Biaya taksi bisa dibilang mahal jika ingin keliling Jogja…. misal lokasi di Jogja: dari Keraton (Sultan Palace) terus mau ke Pantai Parangtritis. Apalagi jika wisatawan ini backpacker tentu public transportation yang murah yang dicari cari.

Ini dia, soal public transportation perlu dipikirkan bersama, khususnya pemerintah. Saya pernah berkunjung ke beberapa negara lain yang public transportation-nya sudah bagus. Ada subway, bus, train dll, jadualnya pasti dan cepat, jarak 50 kilometer bisa ditempuh hanya beberapa menit saja. Kapan yah… bangsa ini punya public transportation seperti itu.? Coba hasil korupsi itu untuk membangun transportasi yang bagus dan tepat guna dan menjangkau semua lokasi, pasti wisatawan asing akan semakin banyak dan lama tinggal di sini.

Kartu Pos Unik

Hmm… adakah kaliyan yang suka kirim-kirim kartu pos.? Ato sudah ikutan postcrossing.? Seru loh, dapat kenalan dari berbagai negara, bertukar kartu pos dari negara lain pastinya keren-keren.

Aku sudah ikutan poscrossing, nih akunku jika pengen tahu:
http://www.postcrossing.com/user/yudha

Sebenarnya postcrossing ini dapat juga untuk mempromosikan Indonesia, sayang pemerintah kita ‘kurang peka’ terhadap komunitas postcrossing Indonesia. Bayangkan…. banyak member dari Indonesia mengirimkan ribuan kartu pos ke seluruh belahan dunia, Kan bisa dipakai buat promo kebudayaan, promo pariwisata dll. Harapanku… semoga dinas pariwisata atau departemen lainnya lebih peduli, syukur-syukur memberi GRATIS kartu pos buat para komunitas postcrossing Indonesia.

Jika kesusahan beli kartu pos bisa beli di kartupos.org

Kantor Pos Suryodiningratan

Sekarang ditempatku ada Kantor Pos Suryodiningratan (550C114) berada di Jalan Suryodiningratan 59, Yogyakarta 55141

Jika mau kirim surat atau paket bisa disini bukanya sampai sore jam 17:00. Bisa juga untuk pembayaran on line (PLN, PDAM, Telp, Leasing, dll) Di Kantor Pos Suryodiningratan juga mendisplay kartu pos. Koleksinya asyik dan seru.

Nih, lokasinya:


Lihat Kantor Pos Suryodiningratan di peta yang lebih besar