<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>malaekat.com</title>
	<atom:link href="http://malaekat.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://malaekat.com</link>
	<description>Bikin Betul Jiwa Yang Luka</description>
	<lastBuildDate>Thu, 25 Aug 2011 23:30:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Menabur Web Menuai Dollar dari Amazon</title>
		<link>http://malaekat.com/menabur-web-menuai-dollar-dari-amazon.html</link>
		<comments>http://malaekat.com/menabur-web-menuai-dollar-dari-amazon.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Aug 2011 23:30:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>malaekat</dc:creator>
				<category><![CDATA[diary]]></category>
		<category><![CDATA[AdSense]]></category>
		<category><![CDATA[Amazon]]></category>
		<category><![CDATA[Ask]]></category>
		<category><![CDATA[Bing]]></category>
		<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Dollar]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<category><![CDATA[Hosting]]></category>
		<category><![CDATA[Jempol Domain]]></category>
		<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[WordPress]]></category>
		<category><![CDATA[Yahoo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://malaekat.com/?p=2716</guid>
		<description><![CDATA[Hm&#8230; gak nyangka ternyata hasil utak-atik webku telah menunjukkan titik terang. Web baru berumur 2 bulan dan ini hasilnya dari Amazon. Aku punya beberapa website dan bisa dikatakan web tersebut masih baru, karena baru berumur 2 bulanan, aku pasangin Amazon dan sim salabim, pada bulan Agustus 2011 ini (selama 24 hari) telah menghasilkan $82.38. Kalo [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hm&#8230; gak nyangka ternyata hasil utak-atik webku telah menunjukkan titik terang. Web baru berumur 2 bulan dan ini hasilnya dari Amazon.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://malaekat.com/wp-content/uploads/2011/08/Earning_Amazon.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-2717" title="Earning Amazon" src="http://malaekat.com/wp-content/uploads/2011/08/Earning_Amazon.jpg" alt="" width="615" height="196" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Aku punya beberapa website dan bisa dikatakan web tersebut masih baru, karena baru berumur 2 bulanan, aku pasangin Amazon dan sim salabim, pada bulan Agustus 2011 ini (selama 24 hari) telah menghasilkan <strong>$82.38</strong>. Kalo di akumulasi dari bulan-bulan sebelumnya total earning dari Amazon telah $162.43 dan sudah bisa untuk cash out. Tapi aku berencana tunggu dulu biar genap $500, soalnya pembayaran Amazon kan melalui check, tidak seperti Google AdSense yang melalui Western Union. Kalo via check soalnya ada biaya pencairan check dari bank terkait, apalagi kondisi dollar yang lagi melemah yaa udah aku tunggu sampai $500 dulu aja.</p>
<p style="text-align: justify;">Seingatku&#8230;. aku udah pernah dapat Google AdSense 3 kali cash out dengan menggunakan check (dulu sebelum menggunakan Western Union),  terus 1 kali sewaktu AdSense menggunakan Western Union. Jaman dulu Google AdSense, untuk tiap kliknya masih gedhe, aku peroleh Dollar nyaris tanpa modal sama sekali, hanya bermodalkan BlogSpot yang nota bene gratisan. Puh&#8230;. kalo sekarang dari pantauan terakhir dari beberapa websiteku yang kupasang Goodle AdSense dan  telah mempunyai domain sendiri maupun dari BlogSpot sebulan hanya dapat sekitar $15. Yaa&#8230; disyukurilah daripada gak dapat sama sekali, kan masih ada juga rekan-rekan lain yang belum dapat account Google AdSense juga.</p>
<p><strong>Sebuah Project</strong> <strong>Iseng</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ide awalnya sih, aku lagi fakir kerja, terus ngobrol sana kemari ama adekku <a title="Hidup Treda" href="http://hiduptreda.com" target="_blank"><strong>Hidup Treda</strong></a> dan suatu kebetulan ternyata adekku punya hosting yang unlimited add on domain (hosting yang bisa untuk menaruh berapa pun jumlah domain). Gayung bersambut&#8230; akhirnya aku mencobanya terlebih dahulu dengan memindahkan 2 domainku dan ternyata servernya lumayan stabil. Sebelumnya aku pernah punya hosting sendiri, tapi sering gak stabil dan sering bermasalah (tanpa menyebutkan merk hostingnya, karena saya tidak ingin memberi efek negatif pihak tertentu -red)</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian aku coba beli beberapa domain, dan aku setting sana-seni, pilih theme, bongkar pasang plugin, dsb akhirnya mengudara juga tuh domain. Saat itu dan sampai sekarang aku juga lagi belajar WordPress baca-baca forum dan artikel. Loh&#8230; ternyata aku bisa melakukannya, lanjuuuut&#8230;.. Trus Aku lanjutkan Project Iseng-ku dengan membeli beberapa domain lagi di <a title="Jempol Domain" href="http://www.jempoldomain.com" target="_blank">JEMPOLDOMAIN.com</a> aku pikir harga domain masih terjangku mengapa gak aku terusin membangun web berbasis wordpress, lagian aku bisa melakukannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Alhasil&#8230; sekarang websiteku udah 21 domain (aku pasangin Amazon dan AdSense) dan ada 4 website lagi, untuk yang basis Indonesian sebuah uji coba dan Project Iseng-ku yang lain (termasuk yang ini -red). Total aku dah punya&#8230; 25 website, aku gak nyangka ternyata udah lumayan banyak juga. Belum yang blog-blog gratisan ada puluhan juga (yang sekarang jarang aku urusan, no time -red)</p>
<p><strong>Berani Mencoba</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya aku nekat dalam membeli domain maupun membangun website, karena apa..? Karena aku masih buta mengenai apa itu SEO (Search Engine Optimization) dan segala tetek bengeknya, soalnya setelah baca-baca artikel SEO ternyata cukup pelik. Dan jika anda mencari artikel tentang SEO di postingan ini, anda salah alamat. Saya sendiri bingung mengenai SEO, Harus gini, mesti gitu. Kemudian terbersit pikiran: Wah&#8230; kalo aku gak berani mencoba kapan terlaksananya..? Akhirnya aku coba beli domain. Aku berpikir&#8230; dulu aku pernah dapat dollar dari AdSense, yaa udah sekarang duitnya dilanjutkan untuk investasi web. Tanpa pikir panjang&#8230; aku teruskan membeli domain.</p>
<p style="text-align: justify;">Setidaknya aku Berani Mencoba, apapun hasilnya&#8230;.<br />
|| <em>Jika kita tidak pernah Mencoba, kita tidak akan pernah mengetahui hasilnya</em> ||</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah beli domain, aku install wordpress jalanin beberapa plugin, aku daftarin ke search engine: google.com, bing.com, ask.com, yahoo.com dan mengkoneksikan web tersebut ke twitter serta fan page facebook selanjutnya duduk manis srupuuut kopi, nyalain rokok. Dah&#8230; that&#8217;s all itu aja, soalnya aku juga gak paham tentang SEO. Beberapa hari yang lalu aku cek, wah&#8230; ternyata ada 4 website yang tidak terindex di google.com Setelah baca-baca, kemungkinan besar websiteku tersebut terkena algoritma Google Panda.</p>
<p style="text-align: justify;">Hm&#8230;. meskipun begitu aku tetap optimis, coba lihat hasil pendapatan dari Amzon, anda bisa lihat sendiri di atas. Selama 24 hari telah $82.38. Jika di kumulasi atau dijumlahkan dengan bulan-bulan sebelumnya sampai hari ini 26 Agustus 2011 telah mencapai $162.43 ditambahkan dengan penghasilan yang ada di Google AdSense, artinya modal saya untuk membeli domain sudah balik.</p>
<p style="text-align: justify;">|| <em>Jika saya bisa melakukannya, anda PASTI bisa melakukannya juga&#8230;.</em> || #yora</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://malaekat.com/menabur-web-menuai-dollar-dari-amazon.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Spam SMS dari Calon Walikota Pasangan Zuhrif Reza</title>
		<link>http://malaekat.com/spam-sms-dari-calon-walikota-pasangan-zuhrif-reza.html</link>
		<comments>http://malaekat.com/spam-sms-dari-calon-walikota-pasangan-zuhrif-reza.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Aug 2011 07:50:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>malaekat</dc:creator>
				<category><![CDATA[diary]]></category>
		<category><![CDATA[Hak Private]]></category>
		<category><![CDATA[Handphone]]></category>
		<category><![CDATA[Reza]]></category>
		<category><![CDATA[SMS]]></category>
		<category><![CDATA[Spam]]></category>
		<category><![CDATA[Walikota]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Zuhrif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://malaekat.com/?p=2714</guid>
		<description><![CDATA[Spam SMS dari Calon Walikota Pasangan Zuhrif Reza Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2011, dipecahkan oleh suara Spam SMS yang mengatasnamakan pasangan calon walikota Kota Yogyakartas. Nomor-nomor tersebut: 083869005698 087738140275 Tidak hanya nomor private saya, nomor ibu dan adik saya pun tak luput dari bombardir SMS yang tidak bertanggung jawab. Risih, karena hak private saya terusik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Spam SMS dari Calon Walikota Pasangan Zuhrif Reza</strong></p>
<p>Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2011, dipecahkan oleh suara Spam SMS yang mengatasnamakan pasangan calon walikota Kota Yogyakartas. Nomor-nomor tersebut:</p>
<ul>
<li>083869005698</li>
<li>087738140275</li>
</ul>
<p>Tidak hanya nomor private saya, nomor ibu dan adik saya pun tak luput dari bombardir SMS yang tidak bertanggung jawab. Risih, karena hak private saya terusik oleh segelintir orang, karena SMS yang tidak saya harapkan, SMS yang tidak saya inginkan telah mengintervensi hak pribadi saya.</p>
<p>Sebuah pemanfaatan momentum dalam rangka hari Kemerdekaan RI tetapi digunakan oleh segelintir orang untuk melakukan propaganda SMS dan berkampanye secara murahan, memanfaatkan gratisan SMS dari provider tertentu.</p>
<p>Masih… inget Spam SMS yang sering kita terima, kira-kira sbb:</p>
<p>“Tolong Mama beliin pulsa. Sekarang Mama lagi dikantor polisi. Penting”</p>
<p>Saya pikir derajatnya samalah orang yang melakukan Spam SMS seperti itu.</p>
<p>Perihal ini tidak hanya terjadi pada hari ini saja, hari-hari sebelumnya juga. SEBEL. Dan akhirnya saya menuliskannya di blog pribadi saya ini.</p>
<p>Mau kampanye sih silakan aja, tapi yang berbudaya dong. Jika anda masih peduli dengan hak-hak private orang lain, hentikan Spam SMS dari tim sukses anda. Setiap akhir SMS selalu diberi embel-embel:</p>
<p><strong>Zuhrif-Reza<br />
Pasangan nomor 1 calon walikota dan walikota Yogyakarta 2011 – 2016</strong></p>
<p>Saya bukan dari pihak mana pun maupun lawan politik anda. Saya hanya warga Kota Yogyakarta yang merasa terusik dengan kehadiran Spam SMS.</p>
<p>Bayangkan saya sedang menunggu SMS penting dari kolega, terus handphone dan blackberry saya berdering tanda ada SMS baru masuk, dan itu terjadi pada dini hari. Dan nomor itu adalah nomor private, nomor yang tentunya hanya untuk kalangan tertentu saja. Kemudian, Saya segera menghampiri gadget saya TAPI ternyata hanyalah Spam SMS dari Zuhrif-Reza, SMS gak penting.</p>
<p>Sekarang coba Bapak Calon Walikota beserta Wakilnya (Zuhrif Reza), posisikan diri anda seperti saya. Menyebalkan bukan…?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://malaekat.com/spam-sms-dari-calon-walikota-pasangan-zuhrif-reza.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jogja Tetap Istimewa</title>
		<link>http://malaekat.com/jogja-tetap-istimewa.html</link>
		<comments>http://malaekat.com/jogja-tetap-istimewa.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Aug 2011 01:23:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>malaekat</dc:creator>
				<category><![CDATA[diary]]></category>
		<category><![CDATA[Atheism]]></category>
		<category><![CDATA[Doa]]></category>
		<category><![CDATA[EFNM9VVSG6BY]]></category>
		<category><![CDATA[Ganjuran]]></category>
		<category><![CDATA[Jogja]]></category>
		<category><![CDATA[Masangin]]></category>
		<category><![CDATA[Swedia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://malaekat.com/?p=2699</guid>
		<description><![CDATA[Jogja Tetap Istimewa &#160; Ada suatu pengalaman ketika saya punya teman dari Swedia, bergelar PhD dan dia ini hobbynya touring ke banyak negara. Saya sudah merekomendasikan ke (tentunya) tempat-tempat yang ramai dikunjungi tourist, tapi teman saya ini unik, tidak suka yang touristic. Sewaktu di Jogja, Saya ajak ‘masangin’ masuk diantara beringin. Jika anda belum tau, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jogja Tetap Istimewa</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Ada suatu pengalaman ketika saya punya teman dari Swedia, bergelar PhD dan dia ini hobbynya touring ke banyak negara. Saya sudah merekomendasikan ke (tentunya) tempat-tempat yang ramai dikunjungi tourist, tapi teman saya ini unik, tidak suka yang touristic.</p>
<p style="text-align: justify;">Sewaktu di Jogja, Saya ajak ‘<strong>masangin</strong>’ masuk diantara beringin. Jika anda belum tau, di alun-alun selatan (kidul) ada 2 (dua) pohon beringin besar, yang berada di wilayah Keraton Ngayogyokarto Hadiningrat. Dengan mata tertutup, kita berjalan dari arah utara (Sasono Inggil) untuk melewati 2 (dua) beringin tersebut. Jarak antara pohon beringin satu dengan lainnya cukup lebar sekitar 10 meter.</p>
<p style="text-align: justify;">Konon banyak yang percaya jika kita mampu melewati kedua beringin tersebut maka rejeki atau cita-cita kita sudah dekat, karena kedua beringin tersebut merupakan representasi dari halangan dan/atau rintangan yang berada disekitar kita. Tidak ada aturan baku dalam mencoba masangin ini, tetapi sudah menjadi konvensi atau peraturan tidak tertulis, percobaan pertamalah yang digunakan sebagai dasar dan dilakukan pada malam hari.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku menyuruh temen Swedia ini untuk ‘make a wish’ sebelum dia mencoba pertama kalinya masangin. Akhirnya dia pun menutup rapat matanya dan coba melangkah menyusuri rumput yang jarang-jarang, dan aku mengawasi sekitar supaya jangan sampai menabrak orang lain, karena pada saat itu sedang ramai orang yang juga mencoba masangin. Percobaan pertama temenku, melenceng jauh ke kanan. Akhirnya temenku aku stop karena mau menuju jalan raya. Kusuruh membuka matanya, dan…. Temenku ini kaget dan terheran-heran karena tidak percaya melencengnya terlalu jauh. Curious… Dia sangat penasaran sekali karena jarak diantara 2 beringin cukup lebar tetapi ia melenceng sangat jauh.</p>
<p style="text-align: justify;">Temenku menyuruh aku lagi untuk mengawasinya dan ingin mencoba untuk kali kedua. Aku pun bersedia, dia mencoba lagi, kali ini ia menabrak seorang pengemis yang sedang duduk, tetapi ia pun belum bisa melewati rintangan beringin. Percobaan ketiga kalinya, ia pun mencoba dengan cepat dan berlari-lari kecil, start-nya pun dimulai agak menyamping ke kiri (timur) supaya kalo melenceng ke kanan lagi dia bisa melewati ke dua beringin tersebut. Percobaan ini pun gagal, tetapi sudah mendingan, sudah mengarah ke pohon beringin. Sangat… sangat penasaran ia pun mencoba lagi dan belum bisa juga. Percobaan ke lima dia bilang, ini yang terakhir dan harus berhasil. Temenku menghela nafas sebelumnya, dan mencoba melangkah. Wow…. nyaris sekali, sudah masuk di antara kedua beringin tetapi belum melewatinya, karena ia serong ke kanan dan menabrak tembok pagar beringin. Ia pun terheran-heran. Aku lihat di guratan wajahnya dia sangat tidak percaya karena gagal sampai ke lima kalinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tak selang berapa lama, temenku meminta aku juga untuk mencobanya. Sebelumnya aku pernah mencoba masangin dan gagal juga. Baiklah… akhirnya aku mencoba juga untuk kali ini. Aku tutup mataku dan mencoba berjalan menuju diantara dua beringin. Dan…. Surprise… Gak tau kenapa kali ini aku berhasil melewatinya. Wow…. semoga ini pertanda baik, semoga sukses semakin dekat. Amien.</p>
<p style="text-align: justify;">Hari yang lain aku ajak temenku ini keliling Jogja, kali ini ke Ganjuran. Temenku heran akan pemandangan dan fenomena kenapa banyak orang sampai larut malam menyisihkan waktu untuk berdoa. Karena pengalaman ini tidak ada di Eropa. Dia mengajak silahturahmi pikiran dengan aku mengenai alasan orang berdoa. Saya sadar betul temenku ini basis science dengan gelar PhD yang dimilikinya, tentu ada sedikit faham atheism. Dia bertanya, apa kalau malam seperti ini berdoa, besok paginya akan datang rejeki..? Hm… pertanyaan klasik yang susah kujawab, apalagi dengan bahasa Inggris. Mumet….!!!</p>
<p style="text-align: justify;">Singkat jawabku: || <em>Biarlah mereka percaya apa yang diyakini mereka itu benar</em>. ||</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah ngobrol sana kemari ditemani dengan kopi serta sohibku si Gali Gembenk tidak terasa sudah jam 2 dini hari. Akhirnya kami pun pulang, dan ku antar temenku ini ke hotelnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Selanjutnya temenku melancong ke beberapa tempat di Pulau Jawa, untuk beberapa hari. Akhirnya, suatu ketika temenku balik lagi ke Jogja. Dia bilang, Jogja itu special. Kemudian dia bercerita kalau sudah mengunjungi beberapa tempat di Indonesia, banyak orang lokal yang ia temui. Hanya di Jogja yang paling ramah, temenku bilang, orang lokal Jogja melihat foreigner selalu dengan senyum. Banyak tempat lain yang cuek dan acuh tak acuh.</p>
<p style="text-align: justify;">Hm… Jogja memang istimewa tidak cuman saya saja yang mengaguminya. Temenku dari Swedia pun, juga menyatakan demikian.</p>
<p style="text-align: justify;">Mari jaga Keistimewaan Jogja, tetap ramah, SMILE please…. Ayo mesem.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://malaekat.com/jogja-tetap-istimewa.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pejuang Ijab Qabul</title>
		<link>http://malaekat.com/pejuang-ijab-qabul.html</link>
		<comments>http://malaekat.com/pejuang-ijab-qabul.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Aug 2011 20:21:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>malaekat</dc:creator>
				<category><![CDATA[diary]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur]]></category>
		<category><![CDATA[Ijab]]></category>
		<category><![CDATA[Istimewa]]></category>
		<category><![CDATA[Jogja]]></category>
		<category><![CDATA[Penetapan]]></category>
		<category><![CDATA[Qabul]]></category>
		<category><![CDATA[Sultan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://malaekat.com/?p=2697</guid>
		<description><![CDATA[Pejuang Ijab Qabul Jika anda hijrah ke negeri Ngayogyokarto Hadiningrat atau lebih dikenal Jogja, akan melihat banyak panji-panji atau bendera Pejuang Ijab Qabul. Yaa… itulah bentuk aspirasi rakyat Jogja yang menghendaki Pemilihan Gubernur melalui penetapan. Menurut versi saya, Jogja memang ‘istimewa’ dan saya dukung Sultan menjabat Gubernur, melalui penetapan. Jangan jadikan Jogja sebagai komoditi politik. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Pejuang Ijab Qabul</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Jika anda hijrah ke negeri Ngayogyokarto Hadiningrat atau lebih dikenal Jogja, akan melihat banyak panji-panji atau bendera Pejuang Ijab Qabul. Yaa… itulah bentuk aspirasi rakyat Jogja yang menghendaki Pemilihan Gubernur melalui penetapan.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut versi saya, Jogja memang ‘istimewa’ dan saya dukung Sultan menjabat Gubernur, melalui penetapan. Jangan jadikan Jogja sebagai komoditi politik. Terus apa hubungannya dengan Ijab Qabul..??? Esensi dari Ijab Qabul menurut saya, adanya suatu kepercayaan satu sama lain secara suka rela antara kedua belah pihak, yaitu Sultan dengan rakyat Jogja. Jadi ngapain pemerintah repot-repot bikin Undang-Undang jika kami rakyat Jogja sudah dengan suka rela dan legowo menerima Sultan sebagai Gubernur..?</p>
<p style="text-align: justify;">Ingaaat… dulu Ngayogyokarto Hadiningrat telah meminjami negara tetangga untuk menjadi Ibu Kota, kok sekarang ingin mengintervensi. Oloh-oloh….. bukannya ingin memecah belah, tapi kalau ‘terpaksa’ harus ‘merdeka’ sendiri saya percaya rakya Jogja telah siap.</p>
<p style="text-align: justify;">Ayo… yang merasa warga Jogja, siapkan dirimu menjadi Pejuang Ijab Qabul.</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://malaekat.com/pejuang-ijab-qabul.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jempol Domain</title>
		<link>http://malaekat.com/jempol-domain.html</link>
		<comments>http://malaekat.com/jempol-domain.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Aug 2011 03:19:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>malaekat</dc:creator>
				<category><![CDATA[diary]]></category>
		<category><![CDATA[Branding]]></category>
		<category><![CDATA[Jempol Domain]]></category>
		<category><![CDATA[Registration]]></category>
		<category><![CDATA[Transfer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://malaekat.com/?p=2695</guid>
		<description><![CDATA[Jempol Domain &#160; Tak terasa, akhirnya aku telah punya web www.jempoldomain.com Ayo-ayo siapa… yang mau beli atau transfer domain, mampir ke tempatku yah. Sekarang jamannya on line, branding produk melalui domain. Nulis blog, lebih indah jika pakai nama domain kamu sendiri, terkesan lebih exclusive dan juga mengurangi konsumsi kertas, pikir aja brapa pohon yang ditebang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jempol Domain</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tak terasa, akhirnya aku telah punya web <a href="http://www.jempoldomain.com/">www.jempoldomain.com</a></p>
<p>Ayo-ayo siapa… yang mau beli atau transfer domain, mampir ke tempatku yah.</p>
<p>Sekarang jamannya on line, branding produk melalui domain. Nulis blog, lebih indah jika pakai nama domain kamu sendiri, terkesan lebih exclusive dan juga mengurangi konsumsi kertas, pikir aja brapa pohon yang ditebang untuk membuat kertas, terus kertas itu terbuang sia-sia. Yuks… budayakan nulis blog terus beli domainnya ke: <a href="http://www.jempoldomain.com/">www.jempoldomain.com</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Nyok ah…</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://malaekat.com/jempol-domain.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Standarisasi Nomor Rekening Bank</title>
		<link>http://malaekat.com/standarisasi-nomor-rekening-bank.html</link>
		<comments>http://malaekat.com/standarisasi-nomor-rekening-bank.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Aug 2011 00:15:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>malaekat</dc:creator>
				<category><![CDATA[diary]]></category>
		<category><![CDATA[Bank]]></category>
		<category><![CDATA[Indra Yudha]]></category>
		<category><![CDATA[MALAEKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Rekening]]></category>
		<category><![CDATA[Standarisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Transfer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://malaekat.com/?p=2690</guid>
		<description><![CDATA[Standarisasi Nomor Rekening Bank Terpikir gak, kalo nomor rekening bank di Indonesia gak beraturan. Sepertinya tiap bank mempunyai sistem sendiri-sendiri. Hm… gak tau mesti protes kemana, yaa udah tulis aja di blog. Perhatikan, BCA (Bank Central Asia) mempunyai 10 digit, BRI (Bank Rakyat Indonesia) mempunyai 15 digit, CIMB Niaga, mempunyai 13 digit, BII (Bank International [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Standarisasi Nomor Rekening Bank</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Terpikir gak, kalo nomor rekening bank di Indonesia gak beraturan. Sepertinya tiap bank mempunyai sistem sendiri-sendiri. Hm… gak tau mesti protes kemana, yaa udah tulis aja di blog.</p>
<p style="text-align: justify;">Perhatikan, BCA (Bank Central Asia) mempunyai 10 digit, BRI (Bank Rakyat Indonesia) mempunyai 15 digit, CIMB Niaga, mempunyai 13 digit, BII (Bank International Indonesia) mempunyai 10 digit, Bank Mandiri mempuyai 13 digit.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya siapa seh (lembaga) yang berwenang untuk mengurusin sistem penomoran rekening bank?</p>
<p style="text-align: justify;">Berdasar pengalaman saya, di negara-negara lain nomor rekening biasanya 10 dan maksimal 12 digit. Pernah ada kejadian sewaktu saya bekerja di Kapal, ada temen dari Philippines ingin mentransfer uang dari United States of America ke negeranya. Dan sistem bank di America tidak bisa melakukan transfer apabila nomor rekening bank lebih dari 12 digit. Ada prosedur yang sedikit rumit jika harus memaksa, karena mesti minta surat rekomendasi dari bank negara asal. Wuiiih… take time donk.</p>
<p style="text-align: justify;">Berdasar pengalaman tersebut, dulu pas buka rekening baru di BII saya tanya dulu, nomor rekeningnya ada berapa digit yah? Buat jaga-jaga dan biar gak ribet dikemudian hari.</p>
<p style="text-align: justify;">Tuh… makanya, para pejabat pemerintah, pikirkan donk standarisasi untuk sistem penomoran rekening bank. Tapi selesaikan dulu tuh Kasus Century dan BLBI.</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://malaekat.com/standarisasi-nomor-rekening-bank.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>U.S. Dollar Melemah Terhadap Indonsia Rupiah</title>
		<link>http://malaekat.com/u-s-dollar-melemah-terhadap-indonsia-rupiah.html</link>
		<comments>http://malaekat.com/u-s-dollar-melemah-terhadap-indonsia-rupiah.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Aug 2011 02:10:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>malaekat</dc:creator>
				<category><![CDATA[diary]]></category>
		<category><![CDATA[Dollar]]></category>
		<category><![CDATA[Imigrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Indra Yudha]]></category>
		<category><![CDATA[Jangkar]]></category>
		<category><![CDATA[Pelaut]]></category>
		<category><![CDATA[Rupiah]]></category>
		<category><![CDATA[Seaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://malaekat.com/?p=2693</guid>
		<description><![CDATA[U.S. Dollar Melemah Terhadap Indonsia Rupiah &#160; Awal Agustus 2011, Bagi beberapa kalangan melemahnya nilai tukar U.S. Dollar terhadap Indonesia Rupiah sangat disayangkan. Contohnya, para Seaman (Pelaut) yang kerja digaji dengan Dollar America, seperti saya dulu. Sudah kerja lebih dari 10 jam per hari, seminggu penuh tanpa libur, selama 6-10 bulan (by contract). Bayangkan… kerja [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>U.S. Dollar Melemah Terhadap Indonsia Rupiah</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Awal Agustus 2011, Bagi beberapa kalangan melemahnya nilai tukar U.S. Dollar terhadap Indonesia Rupiah sangat disayangkan. Contohnya, para Seaman (Pelaut) yang kerja digaji dengan Dollar America, seperti saya dulu. Sudah kerja lebih dari 10 jam per hari, seminggu penuh tanpa libur, selama 6-10 bulan (by contract).</p>
<p>Bayangkan… kerja sudah jauh dari sanak keluarga, jauh dari temen, pulang bawa Dollar, tetapi U.S. Dollar melemah. Belum lagi di Bandara dimintai jatah “jangkar” oleh para oknum imigrasi.</p>
<p>Tulisan ini saya buat bagi temen-temen saya yang bekerja sebagai Seaman, TETAP Semangat Paisano. Saya tahu kerja di Kapal tidaklah mudah, kena “sapo”, dapat “taka-taka” you’re babalu, bomboklat adalah hal yang biasa.</p>
<p>Semoga bangsa ini cepet maju, dapat menampung para fakir kerja tanpa harus kolusi.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://malaekat.com/u-s-dollar-melemah-terhadap-indonsia-rupiah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Merajut Pengalaman Menyulam Kenangan &#8211; Hijrah Ke Jogja</title>
		<link>http://malaekat.com/merajut-pengalaman-menyulam-kenangan-hijrah-ke-jogja.html</link>
		<comments>http://malaekat.com/merajut-pengalaman-menyulam-kenangan-hijrah-ke-jogja.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Aug 2011 01:30:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>malaekat</dc:creator>
				<category><![CDATA[diary]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Fotografer]]></category>
		<category><![CDATA[Hotel Nikko]]></category>
		<category><![CDATA[Indra Yudha]]></category>
		<category><![CDATA[Jogja]]></category>
		<category><![CDATA[MALAEKAT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://malaekat.com/?p=2688</guid>
		<description><![CDATA[Merajut Pengalaman Menyulam Kenangan Hijrah Ke Jogja &#160; Puh…. Sudah lama saya tidak tulis atau posting di web pribadi saya ini (malaekat.com) begitu sibuk dan sok sibuk, begitu pun rasa malas yang sedang bergelora. So… sekarang lagi terangsang untuk menulis lagi. Kemarin sempat kerja di Pulau Bali, jadi kuli foto di Hotel Nikko Bali, Nusa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Merajut Pengalaman Menyulam Kenangan<br />
Hijrah Ke Jogja</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Puh…. Sudah lama saya tidak tulis atau posting di web pribadi saya ini (<a href="../../../../../">malaekat.com</a>) begitu sibuk dan sok sibuk, begitu pun rasa malas yang sedang bergelora. So… sekarang lagi terangsang untuk menulis lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemarin sempat kerja di Pulau Bali, jadi kuli foto di Hotel Nikko Bali, Nusa Dua. Kerja ini hasil rekomendasi dari teman paisano yang dulu sempat kerja di Kapal juga. Tanpa pikir panjang aku langsung coba telepon boss yang bersangkutan. Akhirnya tak selang berapa lama aku merapat ke Bali dan akhirnya diterima kerja. Seperti di beberapa Hotel yang lain, photography services di Hotel biasanya outsourcing alias tidak masuk dalam management hotel. Boss-ku orang Turkish mempunyai 2 (dua) lokasi outlet foto yaitu di Hotel Nikko Bali dan satunya di Hotel Jayakarta Seminyak. Aku ditempatkan di Hotel Nikko Bali.</p>
<p style="text-align: justify;">Banyak ilmu dan pengalaman yang kuperoleh. Motretin tourist alias Bule, ah… tapi itu bukan pengalaman baru buatku, karena dulu sewaktu kerja di Kapal tiap hari aku juga motretin Bule. Di tempat kerja ini, Ilmu yang kuperoleh yaitu untuk bersabar. Karena tidak tiap hari ada tamu ingin di foto, hihi…. Pengalamannya tambah temen baru.</p>
<p style="text-align: justify;">Entah bagaimana lama-kelamaan aku merasa gak betah, gak bisa enjoy kerja di sini. Bukan masalah nominal salary, bukan masalah gak cocok sama teman. Tapi ada sesuatu yang gak bisa aku ungkapkan. Aku kerja mulai bulan Desember 2010 dan akhirnya berhenti sekitar bulan Mei 2011. Sejak aku bekerja selalu ada saja peritiwa yang menurutku aneh, karena terjadi dalam rentang waktu yang berurutan.</p>
<p style="text-align: justify;">Begini awal mulanya…. Boss saya mempunyai adik ipar, cowok yang sebelumnya juga fotografer. Karena kecelakaan di daerah Simpang Siur Kuta, beliau wafat. Kemudian, saya masuk. Selama 5 (lima) bulan bekerja, ada saja peristiwa diantara kami satu team foto yang ada di Nikko Bali. Kami ada 3 orang, saya, terus fotografer dari Turki dan ada yang dari Banyuwangi.</p>
<p style="text-align: justify;">Kejadiannya sebagai berikut: temenku yang dari Banyuwangi masuk opname di rumah sakit, kemudian disusul fotografer dari Turki yang juga harus di rawat inap. Tak selang berapa lama, temenku yang dari Banyuwangi kehilangan motornya di kost. Terus temen yang dari Turki, nabrak sapi di jalan dan mobilnya sedikit peyok, dan sebagainya. Setidaknya itu yang saya ingat. Dan peristiwa tersebut terjadi beruntun selama 5 bulan selama saya bekerja ditempat itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba-tiba saja, saya merasa gak nyaman dan gak betah kerja ditempat itu. Padahal saya sudah bela-belain paket motor dari Jogja ke Bali, cari kost, beli perlengkapan kost seperti dispencer, kasur, alat-alat listrik, kain pel dan sebagainya. Yaa udah akhirnya saya keluar… pulang kandang ke Jogja, menuruti kata hati.</p>
<p>Pertanyaannya: apakah peristiwa-peristiwa di atas wajar menurut anda?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://malaekat.com/merajut-pengalaman-menyulam-kenangan-hijrah-ke-jogja.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perjalanan Menjadi Kuli</title>
		<link>http://malaekat.com/perjalanan-menjadi-kuli.html</link>
		<comments>http://malaekat.com/perjalanan-menjadi-kuli.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Jul 2011 02:15:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>malaekat</dc:creator>
				<category><![CDATA[diary]]></category>
		<category><![CDATA[Airport]]></category>
		<category><![CDATA[Bebas Fiskal]]></category>
		<category><![CDATA[Carival Cruise Line]]></category>
		<category><![CDATA[Imigrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Indra Yudha]]></category>
		<category><![CDATA[Kuli]]></category>
		<category><![CDATA[MALAEKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Miami]]></category>
		<category><![CDATA[NPWP]]></category>
		<category><![CDATA[Photographer]]></category>
		<category><![CDATA[United States]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://malaekat.com/?p=2682</guid>
		<description><![CDATA[Note: Tulisan ini pernah saya publish sebelumnya di account FaceBook, pada tanggal 16 November 2009. &#160; Perjalanan Menjadi Kuli November 16, 2009 at 4:36am Akhirnya aku memutuskan untuk berangkat menjadi seorang kuli, setelah pergulatan di alam pikiranku. Sebuah keputusan yg sulit dan penuh kebimbangan. Berangkat dari rumah hari Sabtu, tanggal 14 Nov 2009 jam 6.30 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Note:<br />
Tulisan ini pernah saya publish sebelumnya di account <a title="FaceBook" href="http://www.facebook.com/malaekat" target="_blank">FaceBook</a>, pada tanggal 16 November 2009.</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Perjalanan Menjadi Kuli</strong></p>
<p style="text-align: justify;">November 16, 2009 at 4:36am</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya aku memutuskan untuk berangkat menjadi seorang kuli, setelah pergulatan di alam pikiranku. Sebuah keputusan yg sulit dan penuh kebimbangan.</p>
<p style="text-align: justify;">Berangkat dari rumah hari Sabtu, tanggal 14 Nov 2009 jam 6.30 pagi, diantar oleh Ayahnda, Ibunda, adekku Treda, serta Bayu &amp; Lia. Sampai bandara Adisucipto tergesa2 langsung check in. Legaa&#8230; karena koperku tidak lebih dari 22 kg.</p>
<p style="text-align: justify;">Trus aku keluar untuk menyalakan sebatang rokok, dan pamitan penuh haru dgn keluarga. Aku tidak ingin berkutat dalam situasi spt itu, kemudian langsung masuk ke ruang tunggu. Sediiih banget terasa pas tadi pamitan sama ortu dan my little brother. Setelah bayar airport tax seharga 25 ribu, Aku terus ke ruang rokok dan beli teh panas untuk membuang kesedihan. Tak lama kemudian aku masuk pesawat Garuda dgn tujuan Jkt. Meski agak telat beberapa menit dari jadual, akhirnya aku melangkah menuju gate, sambil menerima tlp dari seorang teman.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekitar satu jam perjalanan aku menginjakkan kaki di Jkt, berhubung tadi pagi belum makan aku pergi cari makan di salah satu makanan cepat saji. Sebelumnya sudah SMS seorang sohib yg berada di Jkt utk menemani diriku selama di bandara Soekarno-Hatta. Akhirnya si Yudho pun, muncul dan saling ngobrol kesana kemari.</p>
<p style="text-align: justify;">Waktu telah menunjukkan jam 14.15, akhirnya aku mesti berpisah dgn sohibku dan menuju Hongkong. Ternyata sblm masuk Gate, harus registrasi NPWP utk bebas fiskal. Oh iyaa juga mesti bayar airport tax 150 ribu.</p>
<p style="text-align: justify;">Dgn pesawat Cathay aku menuju Hongkong. Singkat cerita aku telah masuk wilayah Hongkong, trus tukar dollar U.S ke dollar Hongkong. Selanjutnya cari air mineral 2 botol dan makan mie bakso sambil free hot spot di area tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Makan selesai menuju terminal keberangkat dari Hongkong menuju Los Angeles. Air minumku yg aku beli tadi kena razia tidak boleh dibawa masuk ke dlm pswat, pdhl masih segel. Yaa udah&#8230; akhirnya aku masuk dan cari tempat duduk. Perjalanan dari Hongkong ke Los Angeles 11 jam 50 menit. Di Los Angeles langsung digiring ke Imigrasi dan U.S. Custom. Antri yg panjang dan lama aku jalanin. Setelah selesai lari menuju terminal keberangkatan domestik di maskapai American Airlines. Tapi&#8230; pesawatnya sudah ditutup. Akhirnya ngurus dan alhasil dapat ikut di flight berikutnya. TETAPI&#8230; tidak bisa langsung dari Los Angeles ke Miami, harus ke Dallas dulu trus lanjut ke Miami. Yaa udah, dari pada mesti nunggu besok pagi akhirnya aku memilih ke Dallas dulu.</p>
<p style="text-align: justify;">Perjalanan lancar, aku menuju Dallas trus langsung dpt pesawat lagi ke Miami tanpa menunggu lama. Setelah sampai Miami, lha da lah&#8230;. koperku tidak ada. Akhirnya aku pilih nunggu sapa tau terangkut di penerbangan berikutnya. Sambil nunggu, aku keluar dulu utk merokok. Setelah itu cek lagi di bagian baggage claim. Duh senengnya&#8230; ternyata koperku ada.</p>
<p style="text-align: justify;">Terus cari shuttle bus utk menuju hotel Comfort Inn. Setelah check in, aku cek schedule, ternyata ada perubahan yaitu sebelumnya di Job Letter aku join di kapal Carnival Destiny, tapi di schedule hotel aku di Carnival Fantasy. Artinya besok aku mesti terbang lagi ke Alabama.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah masuk kamar hotel, aku mandi. Trus turun utk makan, soalnya sudah laper banget neh. Setelah makan masuk kamar dan nyalain komputer trus bikin tulisan ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Cerita selanjutnya menyusul&#8230;.!!!!</p>
<p style="text-align: justify;">I Love U, all&#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://malaekat.com/perjalanan-menjadi-kuli.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Perpanjangan Passport Jilid 3 (Habis)</title>
		<link>http://malaekat.com/kisah-perpanjangan-passport-jilid-3-habis.html</link>
		<comments>http://malaekat.com/kisah-perpanjangan-passport-jilid-3-habis.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Jul 2011 03:38:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>malaekat</dc:creator>
				<category><![CDATA[diary]]></category>
		<category><![CDATA[FaceBook]]></category>
		<category><![CDATA[Imigrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Indra Yudha]]></category>
		<category><![CDATA[MALAEKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Passport]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://malaekat.com/?p=2678</guid>
		<description><![CDATA[Note: Tulisan ini pernah saya publish sebelumnya di account FaceBook saya, pada tanggal 20 Oktober 2009. &#160; Kisah Perpanjangan Passport Jilid 3 (Habis) Tuesday, October 20, 2009 at 4:09pm &#160; Sehabis makan, pergi ke kantor Imigrasi utk pengambilan passport. Karena sebelumnya dikasih tau kalo disuruh ambil hari ini (Selasa, 20 Oktober 2009). Meski cuaca panas, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Note:<br />
Tulisan ini pernah saya publish sebelumnya di account <a title="FaceBook" href="http://www.facebook.com/malaekat" target="_blank">FaceBook</a> saya, pada tanggal 20 Oktober 2009.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Kisah Perpanjangan Passport Jilid 3 (Habis)</strong></p>
<p>Tuesday, October 20, 2009 at 4:09pm</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Sehabis makan, pergi ke kantor Imigrasi utk pengambilan passport. Karena sebelumnya dikasih tau kalo disuruh ambil hari ini (Selasa, 20 Oktober 2009). Meski cuaca panas, kuarahkan sepeda motorku menuju kantor Imigrasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Selanjutnya&#8230; menyerahkan berkas di loket, kemudian disuruh menunggu. Setelah beberapa menit, namaku disebut. Akhirnya&#8230; passport baru telah jadi. Nomor passportnya pun juga ikutan baru, tidak sama dengan yg lama. Nomor passport yg baru tsb: U 059565. Sayangnya fotoku di passport yg baru rada distorsi, hik..hik.. Trus di official note banyak salah pengetikan alias salah huruf. Padahal&#8230; kan sudah ada program bebas 3 Buta, (buta aksara, buta ijo dan buta terong) wakakaka&#8230;..</p>
<p style="text-align: justify;">Yaa udah saya berusaha memakluminya. Setelah liat liat bentuk mukaku di passport baru, terus disuruh foto kopi, passport lama dan passport baru. Kemudian saya keluar ruangan dan menuju underground, karena memang gedung Kantor Imigrasi Yogyakarta sedang direnovasi. Setelah foto kopi saya kembali melangkah ke atas utk menuju loket sebelumnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian petugas loket menyuruh saya bayar Rp. 7000 untuk biaya materai (nama dan bentuk wajah petugas loket tersebut sudah saya rekam di dalam otak saya) setelah bayar sejumlah uang. Ternyata sudah selesai&#8230;.. Saya berpikir&#8230; katanya utk materai, tapi kok saya tidak diberi materai yah? Sungguh aneh. Tapi gak pa pa&#8230;. berhubung saya lagi berusaha menjadi orang yang baik, kejadian itu tidak saya protes.</p>
<p style="text-align: justify;">Akan tetapi saya tidaklah goblok. Karena semua peristiwa perpanjangan passport saya tuliskan di sini, di alam dunia maya. Sebagai momentum.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi kalkulasi biaya perpanjangan passport berdasar pengalaman saya adalah sbb:</p>
<p style="text-align: justify;">1. 7000 (beli formulir)</p>
<p style="text-align: justify;">2. 275.000 (biaya administrasi + biaya sidk jari + biaya cover)</p>
<p style="text-align: justify;">3. 7000 (biaya materai)</p>
<p style="text-align: justify;">Total: 289.000</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Plus biaya foto kopi, parkir selama 3 kali bolak balik dan bensin.</p>
<p style="text-align: justify;">Biaya tersebut di atas masih lebih murah dibandingkan jika anda melalui &#8216;calo&#8217;</p>
<p style="text-align: justify;">Begitulah kisah perpanjangan passport, padahal dulu sewaktu saya mengurus passport pertama kali ada kejadian &#8216;aneh&#8217; dan biaya yg saya keluarkan lebih dari yang saya sebutkan di atas. Orang ataupun oknum yg membikin kejadian aneh tersebut maseh bercokol disinggasananya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya saya sudah menyiapkan &#8216;strategi&#8217; kalo kalo kejadian aneh tersebut terulang lagi. Tapi mungkin sudah banyak perubahan dibandingkan 5 tahun yg lalu. Lima tahun yang lalu ketika saya membuat passport pertama kali dan dengan mengurus sendiri tanpa calo telah dibodohi oleh seorang &#8216;oknum&#8217;, maka bagi orang yg iseng membaca tulisan ini. Menjadilah Pandai, karena pembodohan di masyarkat tersebar dimana mana.</p>
<p style="text-align: justify;">T.A.M.A.T</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">[...]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://malaekat.com/kisah-perpanjangan-passport-jilid-3-habis.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

